PKB sebagai sebuah partai politik yang bersifat terbuka dan dilahirkan oleh PBNU mempunyai kiat-kiat yang selama ini diambil dalam hal perekrutan anggota  melalui  kaderisasi lewat jenjang struktural partai, mulai dari pusat sampai tingkat ranting, disamping itu Kerja kaderisasi juga dilakukan lewat jalur kultural, bentuknya seperti , penggajian, majlis taklim, event sosial sebagai  contoh adalah bantuan  korban bencana alam. Kedua melalui kerja-kerja advokasi atau pendampingan, kerja-kerja ini meliputi; kerja-kerja insidental, pelatihan life skill, trauma hilling, olah raga. Ketiga Advokasi kebijakan Publik, kebijakan-kebijakan parlemen yang pro masyarakat. (lagi…)

berulang kali aku ikut pelatihan, jemu dan membosankan pasti selalu saja ada menjadi salah satu kesan yang tersirat, namun anehnya pelatihan blogging yang diadakan FNS kerjasama dengan DPW PKB Jawa Tengah pada hari rabu dan kamis tanggal 14-15 Febuari ini jauh dari kesan di atas, selain fasilitator oke banget, teman-teman sesama pelatihan ini juga asyik banget. tidak terasa  dua hari yang biasanya sangat lama, jadi waktu yang singkat, sedangkan aku bisa melalang ke dunia maya, aku jadi tahu betapa kita itu jangan terlalu sombong dengan apa yang kita bisa saja, tapi kita harus bisa lebih dari orang-orang bisa. (lagi…)

Saya tidak percaya perempuan adalah makhluk lemah. Perempuan adalah manusia, dan bagaimana pun pertimbangannya, manusia adalah makhluk yang paling sempurna, paling perkasa dan paling pantas untuk menjadi khalifah di bumi. Perempuan adalah salah satu jenis manusia yang berbeda dengan laki-laki. Memang kekuatannya berbeda dengan laki-laki, tetapi sama kuatnya. (lagi…)

suara perempuan dalam  pilkada mulai menjadi incaran dari partai politik di indonesia, sederet janji mulai di tawarkan oleh para calon pemegang kekuasaan, buaian akan perhatian dan peran perempuan mulai di dengungkan, sekali lagi perempuan hanya menjadi kayu bakar, setelah dipakai abunya lalu dibuang.

sudah saatnya perempuan kritis terhadap peluang yang ditawarkan, jangan hanya terlena oleh janji dan rayuan dan menjadi korban kekuasaan.